Tuesday, March 18, 2014

When your pores are clogged the nightmare has just started..



Postingan perdana ini sedikit mengulik tentang masalah jerawat/acne. Pasti semua yang hidup pernah jerawatan kan? And so do i... Hanya aja, kali ini saya mulai resah soal acne vulgaris ini, pasalnya biasanya hanya jerawat kecil sekarang lebih sering bentuknya kistik (kista) jadi jerawatnya ada di bawah permukaan kulit (epidermis). Padahal dulu jarang banget jerawatan macam begini, hiks..

Memang sejak 3 bulan terakhir tidak perawatan lagi di dokter kulit dengan alasan: habis krimnya, makin mahal dan jauh booo apoteknya... :'(

Saya pecinta kosmetik sejati, sejatinya hobi dandan. Melukis wajah sudah jadi hobi sejak saya masih kecil, bahkan dulu saat wisuda sekolah dasar pun saya merias wajah sendiri! Seiring dengan perkembangan usia, tuntutan pekerjaan (yang ini agak lebay, tapi dosen saya selalu bilang bahwa dokter itu harus tetap menarik dilihat meski sudah semalam suntuk di rumah sakit) dan informasi yang bertambah tentang ilmu per'makeup'an membuat saya makin senang dan tertarik dengan dunia kecantikan. Tak heran kosmetik wara-wiri singgah di meja rias saya baik yang gratisan maupun nguras tabungan. Jerawat jadi hal yang biasa kalau memang lagi ga akur sama kosmetiknya. Tapi acne cystic ini benar-benar deh bikin peer!!

So, what is acne vulgaris?

Acne vulgaris itu adalah jerawat, peradangan di bawah kulit sehingga menimbulkan nodul atau papul (peninggian batas permukaan kulit) yang berisi sel radang yakni pus (nanah). Faktor-faktor pencetusnya bervariasi mulai dari  gen hingga  faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi kulit.

Jadi jerawat itu bisa timbul karena apa?
1. hiperproliferasi folikular epidermis kulit dengan penyumbatan pori kulit
2. kelebihan produksi minyak kulit
3. adanya aktivitas bakteri (P.acnes)
4. Inflamasi (misalnya reaksi alergi pada obat/kosmetik)

Macamnya ada dari yang paling ringan hingga yang berat. Keempat penyebab jerawat itu juga nggak luput dari hormonal tubuh. Sehingga pada akhirnya pengobatannya pun salah satu caranya dengan mengendalikan hormon tersebut.

Jerawat ada yang tidak meradang dengan komedo yang terlihat maupun tidak dan ada juga yang meradang yakni berwujud pustul dan nodul (seperti bisul). Biasanya si jerawat ini mengenai kulit yang banyak kelenjar minyaknya. Gejala awalnya? peninggian permukaan kulit (papula) yang tiba-tiba muncul disertai nyeri jika disentuh.

Secara penampakan klinisnya bisa dikelompokkan seperti ini:
  • Comedonal acne: Ada komedo terbuka maupun yang tertutup tapi biasanya tidak ada papul atau nodul inflamasi
  • Mild acne: Ada komedo dan beberapa papulopustula 
  • Moderate acne: Ada komedo, papula inflamasi, jumlah yang lebih banyak dari yang mild acne
  • Nodulocystic acne: Ada komedo, lesi radang, nodul lebih dari 5 mm diameternya, dan biasanya ada bekas jerawatnya.
Mild Acne, grade I; multiple open comedones

Mild Acne, grade II; closed comedones.

Moderate Acne, grade III; papulopustules.
Severe Acne, grade IV; multiple open comedones, closed comedones, and papulopustules, plus cysts.

Fyuhh setelah baca kembali kitab merah kulit dan medscape bersyukur bahwa jerawat saya termasuk masih yang mild dan oke, bukan kistik itu hehehhe..

Terus, gimana cara ngobatinnya dong jerawat iniiii??

Teorinya sih begini...

1. Jangan pencetin jerawat
2. Jangan cuci muka pakai air hangat 
3. Oleskan obat jerawat
4. Puasa dulu pakai kosmetik
5. Segera ke dokter kulit jika tak membaik

Kelima teori itu bener, banget.. Tapi nggak selamanya bisa dipraktekan dan menghasilkan hasil yang memuaskan. Nggak mencetin jerawat itu bagi saya adalah hal yang tersulit selain menahan amarah di kala PMS saat bulan Ramadhan. Selain gatel pengen ngeluarin pus dari pustul atau mecahin nodul jerawat, rasanya sebel banget ngelihat mereka masih meradang di muka. Tapi hati-hati risikonya tanggung sendiri kalau mencetnya salah, terlalu kejam, maka hasilnya akan jadi luka, berair dan nambah parah berakhir jadi keropeng hitam. Hiiiii.. iya saya pernah begitu mencetin komedo dan berakhir panik karena dilakukan saaat menjelang pernikahan!

Jadinya belajar dari pengalaman, ketika mulai muncul jerawat yang nggak biasa (dimulai dengan wajah kayak ada bentol digigit nyamuk tapi lama-lama membesar dan tambah sakit) saya cepat-cepat cari obat jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroksida. Kebanyakan dari obat tersebut nggak berpengaruh, lebih tokcer gel jerawat dari dokter kulit. Hanya gel jerawat ini harus cepet dihabiskan karena gampang kering dan harus disimpan di kulkas!

Akhirnya saya harus memiliki cadangan jika gel jerawat ini sudah habis atau nggak layak pakai lagi..

La Roche Posay Effaclar Duo


La Roche Posay Cicaplast

2 produk yang gambarnya saya cantumkan ini adalah obat jerawat terampuh sepanjang masa untuk saya. Bedanya apa si effaclar duo dan cicaplast ini?

Effaclar duo saya pakai untuk jerawat yang sedang meradang dan paraaah sekali.. Efeknya sangat cepat untuk meredakan iritasi dan mengempeskan jerawat dengan pustul atau nodul.

Cicaplast saya pakai saat sudah mulai ada tanda seperti gigitan nyamuk tapi sakit meskipun belum meradang bener, dan terbukti sudah menggagalkan si jerawat untuk 'jadi'.

Sayangnya kedua produk ini nggak ada di Indonesia, paling dekat ke singapura belinya. Belum lagi karena produk ini awet banget (pakainya sedikit aja udah bisa rata ke seluruh wajah) saya jadi jarang nyetok, ketika mau pesen lagi, OL shopnya udah nggak buka lapak dia huhuhu..

Harganya juga nggak main-main, Effaclar dibanderol dengan harga sekitar 400 ribu rupiah dan cicaplast sekitar 250 ribu rupiah. Tapi untuk pencegahan jerawat yang biayanya bisa lebih dari itu, menurut saya sih pantas aja kok.

Sekarang akhirnya saya beralih ke produk lain yang ada preordernya paling tidak, jadi bisa pesan lagi ketika mau nyetok dan sejauh ini saya sudah seminggu pakai menghasilkan hasil yang baik :

Paula's choice clear kit extra strength
Yup.. Paula's choice nggak familiar seperti the body shop, face shop, clinique dll yang udah ada gerainya di sini. Produk amerika ini reviewnya bagus banget terutama untuk treatment acnenya. Saya coba yang extra strength karena sudah mulai parno dengan jerawat sehingga butuh benzoyl peroxide yang lebih kuat yaitu 5%.

Oke, colek dulu deh Paula's choice ini apa yukk..

Paula's choice itu merk yang didirikan oleh Jeng Paula Begoun, pereview make up produk di US dan dia terkenal banget dengan buku-buku panduan kosmetiknya. Hingga pada satu saat doi siyok karena bahan kosmetik yang digunakan perusahaan kosmetik itu ada yang ga sesuai dengan standar kesehatan. Akhirnya dia melakukan riset dibantu oleh tenaga ahli untuk menciptakan formula kosmetik yang aman dan juga nggak bohong sama konsumen.

Variasi produknya juga banyak mulai dari skincare sampai kosmetik. Selain perawatan jerawatnya yang terkenal bagus, anti agingnya juga terkenal ampuh dan harganya pun nggak semahal produk lain.

Clear kit yang saya coba ini versi sample untuk 2 minggu. Kok gitu? Iya, kan kalau beli produk baru, takut nggak cocok pasti maunya nyoba dulu, makanya Paula's choice ini mengeluarkan versi sample trialnya. Ukurannya 30 ml tiap botolnya. 

Ada 3 macam produk dalam 1 paket:

Facial cleanser
Exfoliant toner
Moisturizer

Ketiga produknya ini diclaim tidak menyumbat pori, meredakan iritasi dan kemerahan akibat radang, mencegah komedo, dan meredakan jerawat.

Terbukti ampuh? 

Saya dapat gambar testimonial ini dari seorang beautyblogger Indonesia, Shelley Suryadarma @Shelleymuc (IG)


Dia pakai clear kit extra strength untuk 1bulan pertama bersih dari jerawat dan setelah 6 bulan kembali mulus! 

Semoga hal yang sama berdampak pada saya juga ya, meskipun nggak separah ini sih kondisinya..
*fingercrossed*


3 comments:

  1. Dapet testernya darimana sis?
    Q pngen beli tp mau coba dulu
    Mngkin bisa bantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini dijual bukan testernya sih.. tapi trial kit jadi dalam travel size coba main ke instagram mimopreorder dia jual ready stocknya..

      Delete
    2. Sis kok aku cari mimopreorder di ig ngga ada yah?

      Delete